SAMARINDA – Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Kalimantan Timur, Mohammad Hamzah, mengajak mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) untuk berperan aktif dalam menggarap potensi ekspor daerah yang dinilai masih sangat besar.
Ajakan tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional Kewirausahaan yang digelar Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) di Gedung Masjaya Unmul, pada Sabtu (23/8/25).
Di hadapan ratusan mahasiswa, Hamzah menekankan posisi strategis Unmul sebagai universitas terbesar di Benua Etam yang mampu mencetak generasi wirausaha tangguh.
“Sebagai universitas terbesar di Kalimantan Timur, Unmul memiliki posisi strategis dalam menumbuhkan minat berwirausaha di kalangan mahasiswanya, yang merupakan aspek penting bagi pembangunan daerah,” ujar Hamzah.
Ia secara spesifik menyoroti potensi besar di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Kaltim yang belum teroptimalkan. Menurutnya, untuk mengubah potensi mentah ini menjadi produk ekspor bernilai tinggi, diperlukan peran aktif dari dunia akademik.
“Pengembangan produk-produk potensial di Kalimantan Timur memerlukan dukungan riset dan pemetaan yang mendalam. Universitas Mulawarman memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut,” tambahnya.

Gayung bersambut, Ketua HMTI Unmul, Boi Erekson, menyatakan bahwa seminar ini memang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa tentang dunia ekspor.
Sebagai tindak lanjut konkret, acara ini ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara DPD GPEI Kaltim dengan Fakultas Teknik Unmul untuk mendukung pengembangan wirausaha ekspor di kalangan mahasiswa.
“Harapannya, setelah lulus nanti, kami mampu menjalankan praktik wirausaha dengan benar dan siap memasuki pasar internasional,” tutup Boi. (*)


